Cikal Bakal Kebun Teh *Pangalengan.

Pada zaman dahulu saat Belanda masih menduduki Indonesia, di beberapa tempat di Indonesia dibuatlah perkebunan teh. Salah satunya di Pangalengan, dikenal dengan perkebunan teh Malabar. Disini juga lah orang yang mendirikan perkebunan tersebut dikebumikan, Mr. K.A.R. Boscha orang yang sama yang membangun pusat observatorium Boscha di Lembang (saya belum pernah kesana,hehe). Areal perkebunan teh malabar di pangalengan ini begitu luas, buktinya sejauh saya memandang hanya terlihat pohon teh yang sudah di bonsay itu. Kenapa di bonsay? karena aslinya pohon teh bisa tumbuh tinggi menjulang, tidak imut-imut seperti yang kita sering lihat sekarang ketika melewati tol padalarang.

Singkat cerita perkebunan milik Mr. Boscha itu dinasionalisasi atau menjadi milik negara Republik Indonesia pada tahun 1950 yang dikelola oleh PTPN VIII. Seperti kebanyakan perkebunan teh, pasti ada kampung didalamnya, zaman dahulu kampung ini merupakan tempat tinggal bagi para pekerja pemetik teh, seiring perkembangan kampung sekarang menjadi semakin luas dan yang tinggal disana bukan hanya pekerja perkebunan saja.

Waktu untuk menempuh perjalanan dari kota Bandung sampai ke gerbang perkebunan teh Malabar adalah sekitar 2 jam naik mobil santai, kecepatan rata-rata 50. Apalagi kalau ketemu bus kecil yang jalannya pelan saat tanjakan dan kelokan, kecepatan akan lebih rendah lagi. Kami melakukan perjalanan ke pangalengan pagi hari disaat weekdays jadi memang relatif lancar, tidak macet oleh wisatawan. Jalanan kelok-kelok dan pemandangan yang aduhai serta udara yang segar membuat kami tak segan membuka jendela. Dari rumah kami perjalanan terdekat adalah melewati jalan terusan Buah Batu, Dayeuh Kolot, Baleendah dan seterusnya hingga sampai ke Pangalengan.

Setelah sampai di Pangalengan, kami langsung menuju ke perkebunan teh Malabar, tempat lokasi shooting Bidadari-Bidadari Surga dilaksanakan. Siang hari saja, disana terasa dingin. Berada di ketinggian 1550dpl, tak heran jika malam hari di pangalengan sangatlah dingin bagi kami. Sehingga jangan kaget atau bertanya-tanya dipenginapan terbaik yang kami tempati tidak ditemui AC, yang ada justru perapian macam rumah-rumah di luar negeri yang biasa saya lihat di film,hehe. Karena meskipun kami sudah berselimut tebal dua lapis udara dingin akan tetap menusuk. bbbrrrr…

Dan tempat yang sangat subur ini menghasilkan aneka sayur mayur dan buah-buah segar dengan harga murah. Sepanjang jalan akan ditemui orang-orang yang menjajakan hasil buminya. Ada alpukat yang lezat, manis tanpa gula, tomat yang besar-besar dengan warna yang sangat menggoda, dan lobak yang besar. Saya iseng masuk pasar saat mencari oleh-oleh, pasar yang luas dan menjual beraneka macam barang kebutuhan dari mulai baju sampai sayur mayur ada disana. Sebagai turis saya memang cukup kesulitan menemukan buah dan sayur yang saya inginkan. letaknya menyebar dan sempit karena berdesak-desakan banyak penjual dan pembeli, hingga akhirnya saya menemukan hamparan alpukat, bertandan-tandan pisang yang digantungkan, sayur sawi yang sangat segar dan banyak buah serta sayur lainnya yang menyegarkan mata.

Lokasi wisata di pangalengan bukan hanya kebun teh saja, ada juga situ atau danau buatan di areal perkebunan, hanya saja kami tidak kesana. Pangalengan juga terkenal akan susu sapi segarnya. Sepanjang jalan kami menemui truk tangki besar membawa susu segar. Daerah kecil namun kaya hasil bumi dan ternaknya.

Sesampainya di Bandung kembali setelah 3 hari kerja untuk bapak pasai sekaligus liburan bagi ibuk dan pasai, jika melihat buah dan sayuran yang segar Bapak Pasai akan bilang “waaah, itu pasti dari Pangalengan”. Dan kami pun tertawa :)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s